Kejati Aceh Kejar 35 Buronan, 6 DPO Berhasil Ditangkap!

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Joko Purwanto saat konferensi pers, di Banda Aceh, Selasa, 2 Januari 2024.

LM – Selama tahun 2023, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Joko Purwanto, mengumumkan berhasil menangani berbagai kasus serius, serta berhasil menangkap enam dari 41 Daftar Pencarian Orang (DPO) yang ditetapkan sepanjang tahun lalu. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Banda Aceh, pada Selasa, 2 Januari 2024.

Baca Juga :  Aceh Digegerkan Dengan Temuan Korupsi Wastafel Senilai Rp7,2 Miliar

Meskipun target awal hanya dua orang, Kejati Aceh berhasil melampaui harapan dengan meraih enam penangkapan. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan keadilan di wilayah ini, dan pencapaian ini merupakan bukti nyata dari upaya keras tim Kejati Aceh,” ujar Joko Purwanto.

Keenam buronan yang berhasil ditangkap terlibat dalam kasus-kasus serius, menunjukkan determinasi Kejati Aceh dalam menegakkan hukum. Salah satu buronan, Z, berhasil ditangkap di Aceh Timur pada 23 Januari 2023, sedangkan NA dan M, DPO Kejari Aceh Tamiang, berhasil diamankan di Langsa pada 9 Maret 2023. Rinciannya melibatkan kejar-kejaran serius yang mencakup Langkat, Sumatera Utara, dan Bandung.

Selain penangkapan DPO, Kejati Aceh juga menunjukkan ketegasan dalam menangani kasus-kasus narkotika. Joko Purwanto mengungkapkan bahwa selama tahun 2023, Kejati Aceh berhasil menuntut mati 43 terdakwa kasus narkoba. “Upaya kami untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah ini semakin kuat, dan kami akan terus bekerja untuk menjaga masyarakat dari ancaman bahaya narkoba,” tambahnya.

Baca Juga :  Di Jum'at Curhat, Kapolda Aceh Bahas Pemilu dan Rohingya

Dalam konteks penanganan hukum, Kejati Aceh menerima lebih dari 3.950 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), dengan 3.246 di antaranya sudah mencapai tahap P-21. Lebih lanjut, 166 perkara diselesaikan melalui Restorative Justice (RJ), melibatkan 188 tersangka, dengan pembentukan 239 Rumah RJ dan tiga Balai Rehabilitasi Napza.

Joko Purwanto juga menyoroti pencapaian dalam penyelidikan dan penegakan hukum, dengan 64 perkara yang berhasil diselidiki dari target 51 perkara. Upaya ini meningkat ke tahap penyidikan sebanyak 74 perkara, penuntutan sebanyak 75 perkara, dan eksekusi sebanyak 70 perkara.

“Tahun 2023 Kejati Aceh berhasil melakukan penyelamatan kerugian negara sebesar Rp36,7 miliar, menegaskan bahwa upaya Kejati Aceh tidak hanya terbatas pada penegakan hukum tetapi juga melibatkan perlindungan keuangan negara,” tutup Joko Purwanto.[red]

Loading