LM – Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) kejuruan Kriya Kasab di Aceh Besar resmi ditutup pada Minggu, 10 Desember 2023, setelah peserta mendapatkan pelatihan intensif selama 34 hari. Sebanyak 50 remaja dan pemudi turut serta dalam pelatihan yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, bekerja sama erat dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Aceh, dan didukung penuh oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Risetdikti Republik Indonesia.
Hasil pelatihan yang memukau menciptakan atmosfer kebanggaan di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingi Jaya, pada acara penutupan tersebut. M Ali S.Sos MSi, yang mewakili Pj Ketua Dekranasda Aceh Besar, menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah menghasilkan karya-karya kriya kasab yang memukau, seperti tutup gelas, tudung saji, kipas, dan sarung bantal dengan sentuhan motif khas Aceh Besar.
“Pelatihan selama 34 hari di bawah bimbingan instruktur telah menghasilkan karya yang luar biasa sebagai awal perjalanan. Ini adalah potensi yang harus terus kita bina dan dampingi karena mereka memiliki semangat untuk berkreasi,” ujar M Ali.
Dalam sambutan tertulis Pj Ketua Dekranasda Aceh Besar, diharapkan agar para peserta Kasab tetap menjaga mutu dan kualitas produksi untuk dapat bersaing di pasar yang semakin ketat. Selain itu, peserta juga diingatkan untuk meningkatkan soft skill, perilaku, dan budaya komunikasi agar dapat menjalin kerjasama dan eventually menjadi mandiri di dunia wirausaha.
Ketua Panitia Penyelenggara, Enni Zusniati SE, menegaskan bahwa peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga akan diberikan fasilitas permodalan, peralatan, dan bahan baku usaha untuk membantu mereka mengembangkan Wirausaha Kriya Kasab. Proses pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan, termasuk verifikasi mutu produk hingga pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki).
Penghargaan pun diberikan kepada peserta yang berhasil mencapai standar kualitas, baik secara individu maupun kelompok. Ini mencerminkan apresiasi kepada para peserta yang telah berkolaborasi dengan baik dan kompak selama pelatihan.
Ketua Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Aceh, Syahrir Kiram SE, turut menyampaikan kebanggaannya atas kualitas karya yang dihasilkan peserta. Ia mengajak untuk melanjutkan produksi secara rutin dan menjalin kerjasama dengan showroom penjualan seperti tata rias pengantin, tata busana, maupun rias bunga.[red]












