LM – Pasar Gede Solo kini menuju langkah digitalisasi Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui penggunaan standar Quick Response Code Indonesia (QRIS). Sebagai upaya mendukung inklusivitas perbankan syariah, BSI mengimplementasikan solusi digital di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat yang beragam di Pasar Gede Solo.
Saut Parulian Saragih, SEVP Digital Banking BSI, menyatakan bahwa langkah digital ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan kemudahan akses ke layanan perbankan syariah, tetapi juga untuk menciptakan solusi inklusif yang dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas. Pasar Gede Solo, yang dikenal sebagai simbol harmoni kehidupan sosial budaya di Surakarta, kini menjadi fokus utama digitalisasi transaksi pembayaran.
Pasar ini terletak di pecinan Surakarta, di seberang Balai Kota, dan di sekitarnya terdapat pemukiman warga Tionghoa lengkap dengan Klenteng Tien Kok Sie, klenteng tertua di Solo. Dengan inisiatif digitalisasi, BSI tidak hanya membawa pasar ke era baru teknologi keuangan, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada pelestarian budaya dan sejarah di Chinatown Surakarta.
Saut mengungkapkan bahwa melalui QRIS, BSI berhasil menyediakan layanan pada 259 ribu pedagang dari berbagai sektor di seluruh Indonesia per November 2023. Di kota Solo sendiri, terdapat 5.325 pedagang QRIS yang telah memanfaatkan inovasi ini. Kinerja impresif juga tercatat di Regional Semarang dengan volume transaksi mencapai Rp 17,6 miliar per November 2023.
Digitalisasi transaksi pembayaran ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi keuangan syariah tetapi juga memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi dan budaya di Pasar Gede Solo. Dengan dana pihak ketiga mencapai Rp 4,2 T, pencairan pembiayaan Rp 1,18 T, dan saldo baki debit pembiayaan ritel Rp 2,5 T per November 2023, BSI menunjukkan kinerja yang mengesankan di Solo.
Saut juga menyoroti komitmen BSI dalam memperluas kolaborasi di dalam ekosistem halal, melibatkan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, layanan haji dan umrah, pariwisata halal, industri makanan dan minuman, ZISWAF, masjid, pesantren, dan lainnya. BSI berambisi menjadi pemain kunci dalam mendukung ekonomi syariah dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.
Dengan langkah-langkah ini, BSI bukan hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada upaya meningkatkan inklusivitas dan efisiensi layanan digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan lebih baik. Dengan visi menjadi bank syariah terkemuka, BSI berharap dapat memainkan peran kunci dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah secara global.[red]










