LM – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat menuntaskan salah satu beban keuangan terberat warisan masa lalu: utang Rumah Sakit Meuraxa. Dalam waktu 100 hari masa kerja, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah mencatatkan capaian signifikan dengan melunasi 78 persen dari total utang rumah sakit rujukan tersebut.
Angka itu bukan sekadar statistik. Dari total kewajiban sebesar Rp48 miliar, sebanyak Rp38 miliar telah berhasil diselesaikan. Aksi cepat ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan fiskal menjadi prioritas utama Pemko Banda Aceh dalam membenahi fondasi pelayanan publik yang sempat goyah.
Dalam pidatonya di acara Malam Resepsi HUT ke-820 Kota Banda Aceh yang berlangsung di Taman Bustanussalatin, Sabtu malam (24/05/2025), Wali Kota Illiza mengungkapkan strategi di balik keberhasilan ini. Penyelesaian utang dilakukan melalui rasionalisasi anggaran dan optimalisasi pendapatan daerah.
“Tujuan utama kami adalah memperbaiki likuiditas keuangan kota agar pelayanan publik kembali berjalan optimal. Kami menyadari fiskal adalah pondasi utama untuk menjalankan program-program prioritas,” ujar Illiza di hadapan masyarakat dan pejabat yang hadir.
Keuangan daerah yang sempat tercekik perlahan ditarik keluar dari jerat. Tak hanya RS Meuraxa, utang kepada pihak ketiga senilai Rp39 miliar pun telah dilunasi sebesar 85 persen atau sekitar Rp33 miliar. Pemko Banda Aceh tampak tidak main-main dalam menata ulang keuangan daerah yang selama ini menjadi titik lemah dalam pengelolaan pemerintahan.












