ACEH UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara mengambil langkah proaktif yang sangat berarti dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana alam di wilayahnya. Upaya ini terwujud melalui kerjasama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) Lokal Aceh Utara.
Harapan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Saifullah, pemasangan Repeater Orari di kantor BPBD Aceh Utara merupakan langkah strategis untuk memperbaiki komunikasi dalam penanganan bencana alam. Wilayah Kabupaten Aceh Utara yang sangat luas dengan 27 kecamatan dan 852 desa membuat akses jaringan seluler menjadi tidak merata. Dalam kondisi seperti ini, komunikasi radio akan menjadi jembatan penting dalam menyampaikan informasi kritis.
Penggunaan repeater Orari di BPBD Aceh Utara diapresiasi oleh Korlap BPBD Aceh Utara, Darsa S.Sos, yang menyadari betapa pentingnya komunikasi yang handal saat bencana terjadi. “Seringkali, pemadaman listrik terjadi saat bencana, membuat komunikasi melalui perangkat seluler menjadi sangat sulit. Terlebih lagi, beberapa wilayah seperti Kecamatan Langkahan, khususnya Desa Bukit Lintung dan Sarah Raja, bahkan tidak memiliki sinyal seluler sama sekali. Dengan perangkat radio HT, kami dapat memberikan informasi yang sangat berharga kepada Pusat Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Aceh Utara,” ujar dengan tegas. Senin, 11 September 2023.
Katanya, pemasangan repeater Orari di BPBD Aceh Utara diharapkan akan memudahkan pemantauan dan koordinasi dalam menghadapi bencana alam di Kabupaten Aceh Utara. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat, dan menjadikan Kabupaten Aceh Utara lebih siap dalam menghadapi tantangan alam. Semoga langkah proaktif ini menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.






