Ia menambahkan, apresiasi ini akan menjadi motivasi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Apa yang kita capai hari ini akan terus kita pertahankan, bahkan kita kembangkan agar dampaknya dirasakan secara langsung oleh masyarakat Aceh,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, SSTP., M.Si., menilai penghargaan ini menjadi energi baru dalam mengakselerasi program wisata halal yang telah menjadi bagian dari visi pembangunan daerah.
“Penguatan ekosistem halal, termasuk sektor pariwisata, telah menjadi komitmen bersama. Kita akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan wisata syariah agar Aceh tampil sebagai destinasi utama halal tourism di Indonesia,” kata Almuniza.
Selain Pemerintah Aceh, sejumlah institusi pendidikan tinggi dan pelaku industri turut meraih Platinum Award, antara lain UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang, PT Aerofood ACS, dan PT Ajinomoto Indonesia.
Ajang UB Halalmetric Award diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem halal nasional yang inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing global—sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu poros penting dalam pengembangan industri dan pariwisata halal di Tanah Air.***












