LM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh merilis data kecelakaan lalu lintas di Aceh untuk tahun 2023, menunjukkan peningkatan 5% dalam jumlah kematian, mencapai angka yang mencengangkan sebanyak 710 orang. Direktur Lalu Lintas, Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy, menyatakan bahwa jumlah total kasus kecelakaan juga meningkat sebesar 9%, mencapai 3.528 kasus.
Salah satu fakta mencengangkan adalah Banda Aceh yang mencatatkan diri sebagai wilayah dengan kasus kecelakaan tertinggi, mencapai 683 kasus. Alqudusy menyoroti masalah serius ini dengan memperingatkan bahwa angka kecelakaan di kota tersebut perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat.
Namun, yang lebih mencolok adalah fakta bahwa pelajar merupakan kelompok yang paling rentan, tercatat sebanyak 1.663 kasus. Meskipun angka korban luka berat mengalami penurunan sebesar 9%, angka korban jiwa dalam kelompok pelajar masih mengkhawatirkan.
Sementara itu, korban luka ringan dan material kerugian terbilang stabil, namun jumlah uang yang hilang akibat kecelakaan mencapai Rp10,7 miliar, naik sebesar Rp2,1 miliar dari tahun sebelumnya. Alqudusy menegaskan bahwa aspek finansial juga menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian daerah.
Dalam upaya menanggulangi situasi ini, Alqudusy menekankan pentingnya kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas. “Pengendara harus berhati-hati, memeriksa kendaraan sebelum pergi, menggunakan helm, dan menerapkan etika saling menghargai di jalan,” ujarnya.
Polantas Polda Aceh dan mitra terus bekerja sama untuk mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar, dalam upaya menurunkan angka kecelakaan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran juga tetap menjadi prioritas utama.[SA]












