Ia juga menyampaikan pesan moral kepada para tenaga medis agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelayanan.
“Jangan ada manipulasi biaya pelayanan. Niatkan setiap layanan yang kita berikan sebagai amal ibadah karena Allah SWT,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Aceh Besar, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Aceh Besar, dr. Aidil Fitria menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturrahmi di kalangan pengurus IDI, terutama dalam masa transisi kepengurusan.
“Kita perlu saling mengenal, apalagi banyak pengurus yang keluar karena pindah tugas dan masuknya pengurus baru. Meski peran IDI secara kelembagaan melemah karena tak lagi wajib memberikan rekomendasi izin praktek, kami tetap solid mendukung kesehatan di Aceh Besar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Aidil juga menanggapi penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 36 Tahun 2023 yang menghapus Tunjangan Khusus (TC) bagi tenaga medis. Ia berharap agar Bupati dapat mempertimbangkan kembali pemberian tunjangan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga kesehatan.
“Kami berharap, di masa kepemimpinan Pak Bupati Syech Muharram, tunjangan ini bisa kembali diberikan,” harapnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan IDI Wilayah Aceh, dr. Nurnikmah, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.












