Scroll untuk baca artikel
DPRKNews

Di Depan Sarjana Baru, Wakil Ketua DPRK Sebut Tiga Kunci Sukses di Era Digital

×

Di Depan Sarjana Baru, Wakil Ketua DPRK Sebut Tiga Kunci Sukses di Era Digital

Sebarkan artikel ini

LM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, MPd, memberikan orasi ilmiah yang menginspirasi di hadapan para yudisiawan dan civitas akademika Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh, Rabu (26/2/2025). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya tiga kunci utama untuk meraih kesuksesan di era digital.

Sebagai alumni Universitas Serambi Mekkah, Musriadi berbagi pengalaman pribadinya dalam meniti karier hingga mencapai posisi sebagai Wakil Ketua DPRK Banda Aceh.

Table of Contents

“Saya tumbuh dan berkembang di sini. Saya belajar banyak hal, termasuk makna hidup, menjaga persahabatan, dan menata kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Dalam refleksinya, ia menyoroti bagaimana universitas berperan dalam membentuk karakter seseorang. Menurutnya, pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun karakter, etika, serta jaringan yang kuat.

“Pengetahuan dan koneksi yang positif akan membawa dampak besar. Sebaliknya, jika memiliki pengetahuan tetapi terhubung dengan koneksi yang negatif, maka pengetahuan itu bisa kalah,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam perjalanan hidup seseorang. “Universitas bukan hanya tempat belajar ilmu dunia, tetapi juga tempat berbagi energi positif. Ilmu harus digunakan untuk kepentingan umat dan kemajuan peradaban,” ujarnya.

Sebagai seorang yang telah menyaksikan perkembangan dunia pendidikan di Aceh, Musriadi menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena penurunan nilai-nilai moral di kalangan mahasiswa.

“Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi kita harus mengakui bahwa nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, dan kepedulian mulai terkikis. Pendidikan berbasis moral dan karakter harus menjadi prioritas,” tuturnya.

Dalam orasinya, Musriadi mengajak para sarjana baru untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun kepribadian yang baik dan etika yang kuat. “Kampus harus menjadi tempat yang membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan bermoral tinggi.”

Baca Juga :  Operasi Patuh Seulawah 2025 di Banda Aceh, 30 Pelanggaran Terjaring pada Hari Pertama

Menghadapi persaingan di dunia kerja yang semakin ketat, Musriadi menekankan tiga kunci utama yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi untuk bisa sukses di era digital. Pertama, penguasaan internet dan literasi digital.

“Internet bukan hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga alat utama komunikasi, pemasaran, penelitian, dan bahkan bisnis. Siapa yang mampu menguasai teknologi dengan baik akan memiliki peluang lebih besar dalam dunia kerja,” katanya.

Kedua, ia menyoroti pentingnya public speaking dan komunikasi yang efektif.

“Kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan yang sangat berharga. Lulusan yang mampu mengartikulasikan ide dengan baik dan menyampaikan argumen secara persuasif akan memiliki nilai lebih di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ketiga, ia menekankan pentingnya menjadi generalis yang fleksibel dan adaptif. “Dunia kerja saat ini lebih banyak mencari individu yang bisa bekerja di berbagai bidang dan beradaptasi dengan cepat. Menjadi seorang generalis berarti memiliki wawasan luas dan mampu bekerja dalam berbagai situasi tanpa kehilangan spesialisasi,” terangnya.

Musriadi juga menekankan peran penting kampus dalam membentuk karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki moralitas dan kepedulian sosial yang tinggi. Ia mengingatkan bahwa Aceh sebagai daerah yang memiliki keistimewaan dengan penerapan syariat Islam seharusnya lebih menonjol dalam membentuk karakter mahasiswa yang kuat.

Musriadi menyoroti tantangan yang dihadapi Aceh saat ini, termasuk meningkatnya kasus sosial seperti LGBT, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan narkoba.

“Masalah-masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga pada moralitas generasi muda kita. Kampus harus lebih proaktif dalam melakukan kajian sosial untuk mencari solusi yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, hasil penelitian dan kajian dari akademisi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih baik. “Pembangunan di Aceh tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh aspek moral dan karakter masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  BSI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Pesantren di Aceh

Di akhir orasi, Musriadi mengajak seluruh mahasiswa, dosen, dan masyarakat untuk bersinergi dalam membangun masa depan Aceh yang lebih baik.

“Kampus harus menjadi pilar utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan karakter. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dan bangsa,” tutupnya dengan penuh semangat.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca