LM – Dalam upaya untuk mengangkat mutu pendidikan di daerah yang terpencil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar melakukan kunjungan ke Pulo Aceh. Kepala Dinas, Bahrul Jamil SSos MSi, memimpin rombongan yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Kabid GTK, Agus Jumaidi MPd, Kabid Kebudayaan Cut Jarita Susanti SPd, Kabid PAUD Abdul Rahman SE, dan beberapa pejabat fungsional lainnya.
Kunjungan ini merupakan langkah konkret dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kualitas pendidikan di Pulo Aceh. Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, menjadi pusat perhatian dalam kunjungan ini, di mana Disdikbud berfokus pada interaksi langsung dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (GTK), dan masyarakat setempat.
Kadisdikbud Aceh Besar, Bahrul Jamil, memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa pendidikan di Pulo Aceh harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia mendorong partisipasi aktif semua elemen masyarakat, termasuk wali murid, komite sekolah, dan stakeholder pendidikan lainnya. Kepedulian masyarakat dianggap sebagai kunci utama dalam memajukan pendidikan di daerah tersebut.
Salah satu permasalahan yang diungkapkan oleh Kadisdikbud adalah kekurangan guru di Aceh Besar, termasuk di Pulo Aceh. Meski demikian, Bahrul Jamil menekankan pentingnya memaksimalkan sumber daya yang ada, saling menutupi, dan membangun kerja sama serta komunikasi yang baik antara sesama guru dan dengan kepala sekolah. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi tantangan kekurangan guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap sekolah.
Dalam pertemuan dengan kepala sekolah, GTK, dan masyarakat, camat setempat, Jamaluddin SE, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Disdikbud Aceh Besar. Ia berharap agar Pulo Aceh tidak tertinggal dalam bidang pendidikan dan berharap semakin banyak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang terlibat dalam proses pendidikan. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan guru-guru yang mengajar di Pulo Aceh memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan kebutuhan lokal.
Dalam konteks peningkatan mutu guru, Kabid GTK, Agus Jumaidi MPd, menyebutkan upaya Disdikbud untuk mendorong guru-guru di Aceh Besar, terutama di Pulo Aceh, untuk mengikuti program guru penggerak. Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensinya.
Seiring dengan itu, Kabid PAUD/TK, Abdul Rahman SE, menyoroti pentingnya Perencanaan Berbasis Data (PBD) dalam menyusun program pendidikan. Ia menekankan bahwa evaluasi diri berbasis data adalah kunci keberhasilan untuk menciptakan satuan pendidikan yang berkualitas. Sementara itu, pengembang penilaian pendidikan, Sanusi SE, mengingatkan sekolah-sekolah untuk membenahi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang dianggap sebagai otak dari satuan pendidikan.
Pertemuan ini tidak hanya melibatkan pihak internal Disdikbud Aceh Besar, namun juga melibatkan para kepala sekolah, GTK, masyarakat, keuchik, dan stakeholder penting lainnya. Dalam diskusi yang berlangsung, muncul permintaan dari peserta pertemuan terkait peningkatan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan status GTK, serta upaya-upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Camat Pulo Aceh, Jamaluddin SE, berharap agar upaya Disdikbud ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan SDM lokal, terutama guru yang merupakan putra daerah, sehingga implementasi kebijakan dan program pendidikan dapat lebih tepat sasaran.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar acara formal, tetapi juga merupakan bagian dari program Saweu Sikula yang melibatkan berbagai pihak untuk lebih memahami dan mendukung penggerak pendidikan di pulau-pulau terluar Indonesia. Bahrul Jamil menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah bentuk konkret dari upaya Disdikbud Aceh Besar untuk melibatkan langsung diri mereka dalam melihat kondisi sebenarnya di lapangan dan mendengarkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat pendidikan di Pulo Aceh.[red]












