Linimedia.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) agar membenahi sistem pengangkutan sampah serta memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah gampong.
Perbaikan dinilai penting untuk menjaga kebersihan kota sekaligus menjamin kenyamanan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menilai pengelolaan sampah di ibu kota provinsi itu tidak hanya bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah, tetapi juga pada ketepatan jadwal pengangkutan oleh armada DLHK3.
Menurutnya, keteraturan jadwal pengangkutan menjadi kunci agar sampah tidak menumpuk di lingkungan permukiman warga.
Jika jadwal pengangkutan tidak berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan, tumpukan sampah berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari bau tidak sedap hingga gangguan kesehatan.
“Saya meminta agar DLHK3 Banda Aceh bisa lebih disiplin dalam menerapkan jadwal pengangkutan sampah sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan. Jika jadwal pengangkutan berubah-ubah dan tidak menentu, maka penumpukan sampah di lingkungan masyarakat tidak bisa dihindari,” ujar Tuanku.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat terkait jadwal pengangkutan sampah.
Menurutnya, apabila terjadi kendala teknis seperti kerusakan armada atau faktor lain yang menyebabkan perubahan jadwal, DLHK3 perlu segera menyampaikan informasi tersebut melalui media sosial resmi atau saluran informasi publik lainnya.
Tuanku mencontohkan kondisi yang terjadi di kawasan Jalan T. Lamgugob, di mana jadwal pengangkutan sampah yang sebelumnya relatif teratur kini mulai berubah dan tidak menentu.
Dahulu, armada pengangkut sampah biasanya melintas sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan waktu membuang sampah agar langsung terangkut.
“Sekarang jadwalnya tidak lagi seperti biasa. Kalau sampah dibiarkan terlalu lama di depan rumah atau di tepi jalan, baunya semakin menyengat dan bisa mengundang anjing liar yang mengacak-acak sampah tersebut,” katanya.
Selain meminta kedisiplinan dari pihak pengelola kebersihan, Tuanku yang juga Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi faktor penting dalam menciptakan kota yang bersih dan sehat.
“Pemerintah sudah menyediakan armada pengangkut sampah dan melakukan pengawasan. Namun keberhasilan pengelolaan sampah juga sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan,” ujarnya.
Di sisi lain, perhatian DPRK Banda Aceh juga tertuju pada kondisi penerangan jalan umum di sejumlah kawasan gampong yang dilaporkan mengalami kerusakan atau padam.
Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta DLHK3 segera melakukan pendataan dan perbaikan terhadap lampu-lampu jalan yang tidak berfungsi.
Ia mengatakan perbaikan PJU menjadi penting menjelang Ramadan karena aktivitas masyarakat pada malam hari meningkat, terutama untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid dan meunasah.
“Menjelang Ramadan, aktivitas masyarakat pada malam hari tentu bertambah. Jangan sampai akses menuju masjid atau meunasah menjadi gelap karena lampu jalan rusak atau padam,” kata Ismawardi.
Menurutnya, keberadaan penerangan jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat pada malam hari.
Selain memberikan rasa aman, lampu jalan juga dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan-jalan lingkungan yang relatif sempit.
Ismawardi mengatakan masih terdapat sejumlah titik di permukiman warga yang lampu jalannya tidak berfungsi dengan baik.
Kerusakan tersebut, menurutnya, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari usia lampu yang sudah lama hingga kerusakan akibat vandalisme.
Ia berharap DLHK3 dapat segera melakukan pendataan terhadap seluruh titik PJU yang bermasalah, kemudian menindaklanjutinya dengan perbaikan secara bertahap namun terukur.
Koordinasi dengan aparatur gampong juga dinilai penting agar informasi mengenai titik lampu yang rusak dapat dihimpun secara lebih cepat dan akurat.
“Penerangan jalan merupakan bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena itu kita berharap perbaikannya bisa segera dilakukan agar warga merasa aman dan nyaman saat beribadah maupun beraktivitas di malam hari,” ujarnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tiga periode ini juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah, termasuk lampu penerangan jalan.
Menurutnya, keberlangsungan fungsi fasilitas publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran bersama dari seluruh warga.
Dengan adanya perbaikan pada sistem pengangkutan sampah dan penerangan jalan, DPRK berharap kualitas pelayanan publik di Kota Banda Aceh dapat terus meningkat. [***]












