Scroll untuk baca artikel
DPRK

DPRK Banda Aceh Minta Pemko Perkuat SDM Pariwisata dan Infrastruktur Investasi

×

DPRK Banda Aceh Minta Pemko Perkuat SDM Pariwisata dan Infrastruktur Investasi

Sebarkan artikel ini

LM-Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata serta pembangunan infrastruktur investasi untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menyampaikan bahwa sinergi antara jasa penerbangan dan industri pariwisata perlu diperkuat agar Banda Aceh semakin kompetitif sebagai destinasi wisata, baik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Table of Contents

Dalam pertemuan dengan General Manager PT Garuda Indonesia Aceh dan General Manager Hotel Fhadika Boutique Inc di kawasan Lambung, Irwansyah menekankan bahwa investasi di sektor pariwisata hanya akan berkembang jika ekosistemnya terbangun dengan baik. Salah satu faktor kunci adalah memastikan adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran maskapai penerbangan dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di Banda Aceh.

Menurut Irwansyah, sektor pariwisata memiliki siklus yang saling terkait. Wisatawan membutuhkan akses transportasi yang nyaman dan layanan yang berkualitas, sementara industri penerbangan dapat mendukung promosi wisata melalui rute penerbangan yang strategis serta kampanye pemasaran yang efektif. Jika sektor pariwisata dan penerbangan berkembang, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner, suvenir, dan jasa lainnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dalam mendukung perkembangan industri ini dengan memastikan ketersediaan infrastruktur investasi yang memadai. Selain itu, peningkatan kualitas SDM di sektor pariwisata juga menjadi prioritas. Tour guide atau pemandu wisata, misalnya, memiliki peran penting dalam memberikan informasi, edukasi, serta pengalaman menarik bagi wisatawan.

Pemko Banda Aceh, kata Irwansyah, perlu menyusun customer journey atau peta perjalanan wisatawan, mulai dari kebutuhan akomodasi, transportasi, hingga pengalaman menikmati destinasi wisata. Dengan pendekatan ini, wisatawan tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berkesan dan ingin kembali ke Banda Aceh di masa mendatang.

Baca Juga :  Ramadan di Banda Aceh Harus Tertib, DPRK Minta Patroli Syariat Ditingkatkan

Di sektor ekonomi, Irwansyah juga mendorong modernisasi tempat usaha UMKM agar lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan. Desain yang menarik, pelayanan yang profesional, serta kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata.

General Manager Hotel Fhadika Boutique Inc, Dini Noviani, turut menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendukung sektor perhotelan. Menurutnya, aspek kebersihan di lokasi-lokasi wisata harus menjadi perhatian utama, karena wisatawan cenderung memilih destinasi yang bersih dan nyaman.

“Jika di sepanjang spot wisata itu bersih, maka hal tersebut menjadi nilai plus yang meningkatkan daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Aceh,” ujar Dini.

Selain kebersihan, Dini juga menyoroti kebutuhan SDM yang profesional di bidang pariwisata. Menurutnya, di tingkat global, destinasi wisata unggulan telah menerapkan konsep Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Ia menyarankan agar Pemko Banda Aceh mendorong terbentuknya Event Organizer (EO) khusus pariwisata yang mampu mengelola kegiatan wisata secara profesional, inovatif, dan menarik bagi wisatawan.

General Manager PT Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan, menambahkan bahwa promosi wisata melalui industri penerbangan juga harus diperkuat. Ia menilai bahwa faktor utama yang membuat wisatawan tertarik berkunjung adalah informasi yang tersedia mengenai destinasi tersebut. Oleh karena itu, promosi wisata yang masif sangat dibutuhkan, baik melalui papan informasi, media cetak, maupun platform digital.

“Pemerintah juga perlu menjamin adanya SDM yang profesional dan handal dalam mempromosikan pariwisata. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyebarkan flyer, brosur, atau konten digital yang menarik dan informatif,” ujar Nano.

Nano juga menekankan bahwa wisata dan penerbangan adalah dua sektor yang saling mendukung. Jika informasi mengenai destinasi wisata Aceh mudah diakses dan dipromosikan dengan baik, maka maskapai penerbangan juga bisa lebih aktif dalam menawarkan paket perjalanan yang menarik bagi calon wisatawan.

Baca Juga :  Anggota DPRK Banda Aceh Serahkan Bantuan Seragam Sekolah Untuk Siswa-Siswi

“Para wisatawan ini perlu kita tawarkan destinasi yang menarik, dan itu menjadi nilai promosi bagi kami di penerbangan,” katanya.

Dukungan terhadap penguatan SDM dan infrastruktur pariwisata ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Banda Aceh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, industri penerbangan, pelaku wisata, dan masyarakat, Banda Aceh bisa semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca