Setelah sujud kedua, duduk dianjurkan tawarruk seperti duduk tahiyat akhir: kaki kiri diselipkan ke bawah kaki kanan dan kaki kanan ditegakkan. Untuk bacaan, mayoritas ulama Syafi’iyah nggak menyebut bacaan khusus, tapi kamu bisa zikir seperti sujud biasa. Ada juga riwayat yang menyebut bacaan khusus:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
Subḫâna man lâ yanâmu wa lâ yashu
“Mahasuci Allah Zat yang tidak tidur dan tidak lupa.”
Nah, dengan memahami langkah ini, ragu jumlah rakaat nggak bakal bikin panik lagi. Kamu cukup menetapkan bilangan kecil, lanjutkan shalat, dan sempurnakan dengan sujud sahwi sebelum salam. Praktis, kan?
Sekarang, gak perlu khawatir lagi kalau tiba-tiba lupa rakaat saat shalat. Terapin cara menetapkan bilangan terkecil dan sujud sahwi sesuai panduan ulama. Selain itu, sebelum shalat, coba deh fokusin pikiran, kosongkan hati dari hal duniawi, dan hadirkan niat sepenuhnya untuk Allah. Dengan latihan konsisten, shalatmu bakal lebih khusyuk, tenang, dan tentu saja tetap sah. Yuk, mulai praktikkan sekarang juga biar shalat makin mantap!***












