Melalui acara Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat ini, Sigit menjelaskan simbolisme dari peran seorang pemimpin yang berlomba-lomba untuk mendapatkan Wahyu Cakraningrat. Wahyu Cakraningrat adalah wahyu yang diberikan kepada pemimpin yang memimpin rakyat dengan pemahaman dan mendengarkan suara mereka.
Kapolri berharap lakon ini menginspirasi dan menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia, agar pemimpin di masa depan dapat memahami kebutuhan rakyat dan memimpin dengan baik menuju Indonesia yang lebih baik. Semangat sinergi ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Dengan adanya acara Wayang Kulit ini, sinergisitas antara TNI, Polri, dan masyarakat semakin diperkuat, memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kemajuan bangsa.












