Menurutnya, jaringan peredaran narkoba kini tidak lagi mengenal batas usia, kelas sosial, maupun latar belakang pendidikan. Mereka menyasar siapa saja, dengan cara yang makin canggih dan licik.
Karena itu, katanya, pendekatan represif lewat penegakan hukum harus diimbangi dengan pendekatan preventif dan edukatif. Program penyuluhan, rehabilitasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan, serta penguatan ketahanan keluarga harus terus ditingkatkan.
“Kita harus mampu membangun benteng sosial yang kuat agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjerumus dalam jerat narkotika,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Mahdi mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dan menyatakan sikap tegas: tidak memberi ruang sedikit pun bagi narkoba di Bumi Serambi Mekkah.
“Pemusnahan barang bukti narkotika yang kita saksikan hari ini merupakan bagian dari komitmen kita dalam menjaga masa depan Aceh. Setiap gram narkotika yang dimusnahkan berarti kita telah menyelamatkan banyak jiwa, keluarga, dan cita-cita anak bangsa. Jika kita bersatu, bersinergi, dan konsisten, insyaallah Aceh bisa menjadi provinsi yang bersih dari narkoba, penuh harapan, dan bermartabat,” pungkasnya.***












