Pada kesempatan itu, Illiza juga memaparkan beragam pencapaian positif pemerintahannya dalam kurun waktu satu tahun terakhir. “Salah satu capaian yang patut kita syukuri adalah keberhasilan kita dalam menurunkan angka kemiskinan di Banda Aceh.”
“Jika sebelumnya angka kemiskinan berada pada angka 6,95 persen, maka saat ini berhasil kita turunkan menjadi 5,45 persen. Penurunan ini tentu merupakan hasil dari kerja keras kita bersama melalui berbagai program dan kebijakan,” ujarnya.
Selain itu, Banda Aceh berhasil mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 89,55 poin, yang menjadikan Banda Aceh daerah dengan capaian IPM tertinggi secara nasional. “Angka ini mencerminkan kemajuan yang kita capai dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.”
Di bidang kesehatan masyarakat, pihaknya juga terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, terutama bagi ibu dan anak. “Alhamdulillah, melalui kerja sama berbagai pihak, kita berhasil mencatat penurunan prevalensi stunting sebesar 3,4 persen di Banda Aceh.”
Masih menurut Illiza, capaian-capaian ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah kota saja. “Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah dengan masyarakat, termasuk peran aktif para keuchik dan imum mukim yang terus menjadi penggerak pembangunan di tingkat gampong.”
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Illiza-Afdhal, tantangan pembangunan masih banyak yang harus dihadapi. Oleh karena itu, kami sangat berharap dukungan dan kerja sama yang semakin kuat dari para keuchik dan imum mukim,” katanya.










