Ia berharap melalui gerakan ASN Mengaji akan lahir aparatur yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki akhlak qurani yang kuat.
Dalam kegiatan itu pula, Kabag Pembangunan Setdako Banda Aceh, M Ridha memaparkan sekaligus mendemonstrasikan aplikasi ASN Mengaji di hadapan para peserta.
Melalui penerapan modul dalam aplikasi tersebut, kegiatan membaca dan memahami Al-Qur’an dapat dilaporkan secara mandiri oleh ASN dan dimonitor secara sistematis oleh pimpinan.
Aplikasi ini juga dilengkapi fitur pemahaman ayat, rekapitulasi kegiatan, serta sistem monitoring yang transparan dan akuntabel guna mendorong terbentuknya ASN yang beriman, berakhlak mulia, dan profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan Dialog Ramadan ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Fahmi Sofyan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadan dapat semakin memperkuat iman, kebersamaan, serta komitmen pengabdian ASN kepada masyarakat dan Kota Banda Aceh. (Riz)










