Lebih lanjut, Kasdam IM menekankan bahwa program SDD merupakan bagian dari implementasi strategi pertahanan nonmiliter yang dicanangkan oleh Presiden RI dan diarahkan oleh Kementerian Pertahanan. Program ini bertujuan untuk memperkuat fondasi kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan, khususnya di daerah-daerah strategis seperti Aceh yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional.
“Kami dari jajaran Kodam Iskandar Muda terus berkomitmen untuk mendukung penuh kebijakan pertahanan negara secara menyeluruh. Tidak hanya dalam hal pertahanan militer, tetapi juga pada sektor-sektor vital seperti ketahanan pangan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Fasilitas SDD yang ditinjau ini memanfaatkan teknologi pengeringan berbasis tenaga surya, sehingga ramah lingkungan dan efisien dalam operasionalnya. Dengan penerapan teknologi ini, hasil pertanian petani lokal diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik, masa simpan yang lebih lama, serta nilai jual yang lebih tinggi, yang pada akhirnya mampu membuka akses pasar yang lebih luas.
Peninjauan yang dilakukan Kasdam IM juga bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas ini siap menjadi lokasi percontohan nasional, terutama menjelang kedatangan Menhan RI ke Aceh. Kodam Iskandar Muda ingin memastikan bahwa semua aspek—baik teknis maupun non-teknis—telah dipersiapkan secara optimal.
Kolaborasi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini. Dalam kesempatan itu, Kasdam juga berpesan agar sinergi dan koordinasi antarinstansi serta masyarakat dapat terus ditingkatkan demi keberlangsungan program dan manfaat jangka panjangnya.












