Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

Kapolda Aceh Perkuat Pembinaan Polisi Berbasis Syariat

0
×

Kapolda Aceh Perkuat Pembinaan Polisi Berbasis Syariat

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali berikan materi di Gedung Serba Guna SPN Polda Aceh, pada Minggu, 16 November lalu. DOK. POLDA ACEH

LINI MEDIA – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menegaskan komitmennya untuk memperkuat proses pembentukan personel Polri agar lebih profesional, berintegritas, dan berakar pada kearifan lokal serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

Penegasan itu disampaikan menyusul kegiatan pembekalan kearifan lokal kepada Serdik Diktukba Polri T.A. 2025 di SPN Polda Aceh, Selasa, 18 November 2025. Pembekalan tersebut digelar di Gedung Serba Guna SPN Polda Aceh pada Minggu, 16 November, dengan materi disampaikan langsung oleh Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali.

Table of Contents

Dalam pembekalan itu, para siswa didik mendapatkan pemahaman mengenai ajaran menyimpang dan bahayanya aliran sesat, termasuk sikap menolak Rukun Iman, mengingkari sebagian Rukun Islam, meragukan kemurnian Al-Qur’an, hingga tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Materi muamalat juga diberikan, seperti bahaya riba, hukum pinjam meminjam, perjanjian gadai, serta ketentuan kredit dalam perbankan.

Kapolda Aceh menilai, keterlibatan MPU merupakan elemen strategis dalam membentuk karakter para calon polisi. Ia menekankan bahwa tugas kepolisian di Aceh tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga menuntut pemahaman mendalam terhadap kultur masyarakat dan nilai-nilai syar’i yang hidup dalam keseharian.

“Pembekalan seperti ini menjadi bagian dari upaya kami agar lahir polisi-polisi yang tidak hanya cakap secara taktis dan teknis, tetapi juga matang secara moral dan spiritual,” ujar Kapolda.

Ia juga menambahkan bahwa Aceh sebagai daerah bersyariat menuntut setiap anggota Polri memahami konteks budaya dan nilai masyarakat agar kehadirannya benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan.

Pada kesempatan yang sama, Abituren Akabri 1991 itu mengapresiasi MPU Aceh yang terus bersinergi dengan SPN Polda Aceh dalam memperkuat fondasi moral calon polisi. Kolaborasi ini, katanya, mempertegas arah pembinaan Polri Aceh yang humanis, responsif, serta memiliki sensitivitas tinggi terhadap nilai agama dan adat istiadat.

Baca Juga :  Aceh Besar Panaskan Mesin, Siap Rebut Juara MTQ 2025

“Kita semakin optimis bahwa generasi baru personel Polri yang lahir dari SPN Polda Aceh kelak tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menjunjung nilai-nilai lokal, dan mampu berkontribusi secara konstruktif dalam menjaga keamanan serta keharmonisan masyarakat di Tanah Rencong,” pungkasnya.***

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca