Beragam produk dihasilkan dari kerajinan ini, mulai dari pelaminan Aceh, perlengkapan pesijuk, busana, songket, tas, hingga hiasan dinding. Produk-produk tersebut digunakan untuk keperluan adat, dekorasi pernikahan, hingga cinderamata bagi wisatawan.
Dalam hal pemasaran, produk kasab Aceh dipasarkan secara langsung, melalui media sosial, serta pameran budaya. Pasarnya tidak hanya lokal, tetapi juga telah menjangkau konsumen dari luar daerah.
Meski demikian, pengembangan usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan modal, ketersediaan bahan baku berkualitas, serta menurunnya minat generasi muda untuk menjadi pengrajin kasab.
Untuk mengatasi hal tersebut, usaha ini turut melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok usaha. Kehadiran kelompok ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan lingkungan.
Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda Ny. Tri Joko Hadi Susilo juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tersebut.
Pada event “Persit Bisa” tahun ini, UMKM kerajinan kasab Aceh Barat turut ambil bagian dengan menghadirkan inovasi baru dalam strategi promosi tanpa meninggalkan nilai tradisional. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anggota Persit untuk menampilkan karya kreatif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Keikutsertaan kerajinan kasab Aceh Barat dalam event tersebut menjadi bukti nyata upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan daya saing produk lokal agar mampu dikenal lebih luas hingga tingkat nasional dan mancanegara.***












