LM – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Aceh resmi naik kelas dari tingkat IV menjadi tingkat III. Peningkatan klasifikasi ini diharapkan mampu menjadikan RS Bhayangkara sebagai salah satu rumah sakit rujukan terpercaya di Provinsi Aceh, baik untuk personel Polri maupun masyarakat umum.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Achmad Kartiko, dalam sambutannya pada acara pengukuhan klasifikasi RS Bhayangkara di Aula Presisi Polda Aceh, Kamis, 22 Agustus 2024. Pengukuhan ini juga bertepatan dengan pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Aceh.
Dalam sambutannya, Irjen Achmad Kartiko menyampaikan bahwa dengan kenaikan klasifikasi RS Bhayangkara, diharapkan peningkatan pelayanan kesehatan tidak hanya dirasakan oleh anggota Polri, tetapi juga oleh masyarakat luas. “Kenaikan klasifikasi ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sehingga RS Bhayangkara bisa menjadi rumah sakit rujukan yang dipercaya di Aceh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolda Aceh menekankan pentingnya peran Biddokkes dalam menjaga kesehatan mental dan memberikan dukungan psikologis kepada anggota Polri, terutama mereka yang menghadapi beban tugas yang berat. Menurutnya, kesehatan mental dan fisik personel Polri adalah faktor kunci dalam optimalisasi kinerja kepolisian, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Aceh.
“Bidang kedokteran dan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan bahwa personel Polri berada dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental, agar dapat melaksanakan tugas dengan maksimal,” kata Irjen Achmad Kartiko. Ia menegaskan bahwa upaya peningkatan pelayanan kesehatan ini relevan dengan tema Rakernis Biddokkes tahun ini, yaitu “Dokkes Polri yang Presisi Siap Menjaga Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif dalam Proses Demokrasi demi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.”
Selain peningkatan layanan kesehatan, Kapolda Aceh juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Biddokkes. Ia mendorong pelatihan dan pengembangan kompetensi melalui in-house training dan workshop, serta peningkatan sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar kesehatan yang diharapkan.
“Saya harap Biddokkes terus meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi personel Polri dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat umum. Ini adalah hak setiap individu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Irjen Achmad Kartiko juga menekankan pentingnya dukungan Biddokkes dalam kegiatan operasional kepolisian. Ia menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan yang optimal dapat mendukung pelaksanaan tugas operasional kepolisian, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.***












