“Ini pengalaman luar biasa. Kami bisa belajar langsung bagaimana TNI terjun ke masyarakat, bukan hanya dalam konteks militer, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan,” ucap Rizki.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dapat membentuk karakter kepemimpinan dan memperkuat empati sosial di tengah dinamika masyarakat.
Ginanjar (52), petugas kebersihan yang menerima sarapan gratis, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah pagi ini saya dapat sarapan dari bapak-bapak TNI. Ini sangat membantu. Kadang saya pergi kerja belum sempat sarapan karena buru-buru. Terima kasih banyak atas kepeduliannya,” ujarnya.
Ia berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Kodam IM berkomitmen melanjutkan dan memperluas cakupan program “Jumat Berkah” sebagai bagian dari pembinaan teritorial yang humanis dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Program ini menjadi bentuk kehadiran nyata TNI dalam kehidupan sosial, bukan sekadar penjaga wilayah, tetapi juga pelindung dan sahabat rakyat.
Pangdam IM Mayjen TNI Niko Fahrizal dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.”
Prinsip tersebut menjadi dasar bagi seluruh prajurit Kodam IM dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan, termasuk melalui program Jumat Berkah.***












