Scroll untuk baca artikel
DPRK

Lubang Mengancam Keselamatan, Dewan Kota Minta PUPUR Aceh Jangan Tunggu Korban Baru Ditangani

×

Lubang Mengancam Keselamatan, Dewan Kota Minta PUPUR Aceh Jangan Tunggu Korban Baru Ditangani

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Banda Aceh Ismawardi
Anggota DPRK Banda Aceh Ismawardi

Linimedia.id – Sejumlah ruas jalan berstatus kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh di wilayah Kota Banda Aceh dilaporkan dalam kondisi rusak dan berlubang.

Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari dan saat hujan ketika lubang tertutup genangan air.

Table of Contents

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh untuk tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut dan segera melakukan perbaikan.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai ada korban dulu baru ditangani. Kami minta PUPR Aceh segera turun dan memperbaiki, minimal melakukan penambalan sementara di titik-titik yang berlubang,” ujar Ismawardi kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Ia menyebutkan, beberapa ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan cukup parah antara lain Jalan T Nyak Arief arah Darussalam, Jalan T P Nyak Makam, serta Jalan T Iskandar.

Selain itu, terdapat sejumlah ruas lainnya yang juga menjadi kewenangan provinsi dan mengalami kondisi serupa.

Menurutnya, lubang-lubang di badan jalan tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Ia mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat terkait insiden pengendara yang hampir terjatuh akibat menghindari lubang di jalan.

“Beberapa titik lubangnya cukup dalam dan tersebar di jalur padat kendaraan. Ini sangat berbahaya, apalagi ruas-ruas tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju pusat Kota, pendidikan, perkantoran, dan permukiman,” katanya.

Ismawardi menegaskan, meskipun jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, dampaknya langsung dirasakan oleh warga Kota Banda Aceh.

Karena itu, ia meminta adanya koordinasi cepat antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi agar penanganan tidak berlarut-larut.

Politisi partai amanat nasional (PAN) menegaskan, seharusnya Dinas PUPR Aceh rutin melakukan pemeliharan terhadap jalan provinsi yang berada di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Adakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027

Dengan volume kendaraan yang tinggi setiap hari, menurutnya, kondisi aspal rentan mengalami kerusakan lebih cepat jika tidak segera ditangani.

“Kalau dibiarkan, lubang kecil akan menjadi besar. Biaya perbaikan nanti justru lebih tinggi. Lebih baik ditangani sekarang sebelum kerusakan meluas,” tegasnya.

Selain meminta penambalan darurat, Ismawardi juga mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas konstruksi dan sistem drainase di sepanjang ruas jalan tersebut.

Ia menilai, genangan air saat hujan menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan lapisan aspal.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur-jalur yang mengalami kerusakan, terutama pada malam hari ketika visibilitas berkurang.

Ia berharap, dalam waktu dekat Dinas PUPR Aceh dapat merespons keluhan ini dengan langkah konkret di lapangan.

“Jalan adalah urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jangan sampai karena kelalaian pemeliharaan, keselamatan warga menjadi taruhannya,” pungkas Ismawardi.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca