Lebih lanjut, Lukman menekankan bahwa BLK bukan sekadar fasilitas pelatihan, tetapi pusat pembelajaran dan pemberdayaan tenaga kerja. “Bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak, termasuk mahasiswa dan generasi muda Aceh Timur, untuk memanfaatkan BLK ini sebaik-baiknya demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Aceh Timur, Isma, menjelaskan bahwa pelatihan ini akan berlangsung selama tujuh hari dengan beberapa bidang keterampilan, seperti las, listrik, sepeda motor, menjahit, komputer, dan pengolahan produk. “Setiap kejuruan adapun jumlah pesertanya sebanyak 16 orang per kejuruan dan pelatihan dilaksanakan selama 7 hari,” terang Isma.***












