“Saya berharap ceramah ini menjadi bekal rohani yang menguatkan langkah kita dalam menjalankan tugas mulia, serta menginspirasi setiap pemimpin untuk berbuat terbaik bagi satuannya, masyarakat, dan bangsa,” tambah Pangdam.
Dalam ceramahnya, Ustad Syihabudin Isykarima menyampaikan pesan-pesan penuh makna yang menyentuh sisi spiritualitas dan kemanusiaan. Ia mengajak seluruh peserta apel, terutama para Komandan Satuan, untuk menjadikan keteladanan sebagai prinsip utama dalam kepemimpinan, baik di lingkungan militer maupun di tengah masyarakat.
“Seorang prajurit sejati bukan hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi lebih dari itu, oleh kokohnya akhlak dan kekuatan spiritual. Integritas, disiplin, dan ketakwaan adalah pilar yang harus melekat dalam diri setiap pemimpin militer,” tegas Ustad Syihabudin.
Beliau menambahkan bahwa profesi tentara merupakan profesi yang sangat mulia. Di pundak prajurit, terletak tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara, melindungi rakyat dari berbagai ancaman, serta memastikan masyarakat dapat hidup aman dan tenteram, termasuk dalam menjalankan ibadah. Kemuliaan itu terletak pada pengabdian yang tulus, kesiapsiagaan tanpa batas, dan kesiapan mengorbankan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Ustad Syihabudin menekankan pentingnya mengembangkan intelektualitas dalam tubuh TNI. “Jadilah tentara yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas, mampu menguasai berbagai bidang, dan tanggap terhadap perkembangan zaman. Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu menjawab tantangan dengan pengetahuan dan kebijaksanaan,” pesannya.












