Ia menambahkan, kegiatan produktif seperti peternakan dan pertanian merupakan bentuk nyata pelaksanaan perintah harian Kasad untuk membantu pemerintah daerah memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tentara harus hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat. Melalui kegiatan produktif seperti ini, kita turut mendukung program pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan nasional,” tambahnya.
Lebih jauh, Pangdam IM menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan soliditas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam setiap langkah pembangunan wilayah.
“Soliditas dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan. Dengan bekerja bersama dan saling mendukung, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Mayjen TNI Joko Hadi Susilo berharap agar program ketahanan pangan yang dijalankan Yonif TP 853/BRB terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi satuan lain di jajaran Kodam Iskandar Muda.
“Saya berharap Yonif TP 853/BRB dapat terus menjadi pelopor dan inspirasi bagi satuan lain dalam mengembangkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Wadanyon TP 853/BRB kepada Pangdam IM sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas kunjungan serta perhatian pimpinan terhadap satuan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Danrem 011/Lilawangsa, Aster Kasdam IM, Asops Kasdam IM, Danbrig TP 90/Yudha Giri Dhanu, Waaster Kasdam IM, Waasintel Kasdam IM, Dandim 0104/Aceh Timur, Pabandya Slogdam IM, Bupati Aceh Timur, Wakil DPRK Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur, Kajari Aceh Timur, serta Wakil Ketua Pengadilan Negeri Aceh Timur.***












