“Program SPPI ini bukan semata-mata untuk mencetak manajer dapur di Badan Gizi Nasional, melainkan lebih luas dari itu, yakni untuk membuka peluang kerja bagi putra-putri terbaik bangsa, khususnya dari Aceh, serta membentuk kader pembangunan nasional yang memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, dan pengabdian yang tinggi,” tegas Menhan.
Beliau menambahkan bahwa peserta SPPI merupakan agen perubahan yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia untuk menjangkau daerah-daerah yang masih tertinggal. Oleh karena itu, selain kemampuan teknis, mereka juga dibekali dengan nilai-nilai moral dan karakter kebangsaan yang kuat.
“Kalian adalah pemimpin masa depan. Di sini kalian tidak hanya dibentuk secara fisik, tapi juga mental dan karakter. Jiwa korsa, kesetiaan kepada bangsa, dan keberanian menghadapi tantangan adalah fondasi utama yang harus kalian miliki. Jangan pernah ragu, karena bangsa ini membutuhkan kalian,” ujar Menhan RI.
Lebih lanjut, Menhan RI juga membagikan pengalamannya di masa lalu yang serupa dengan para peserta, seraya menyemangati mereka agar tetap tegar dan optimis dalam menjalani proses pendidikan.
“Saya pun pernah berada di posisi kalian. Saya adalah generasi jembatan, dan kalianlah generasi penerus yang akan menyeberangi jembatan itu. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jadikan pengalaman di sini sebagai bekal untuk membangun bangsa dari bawah,” ucapnya.
Usai memberikan pengarahan, Menteri Pertahanan RI beserta rombongan melaksanakan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan Rindam Iskandar Muda. Di antaranya pembangunan fasilitas Sekolah Calon Tamtama (Secata) dan sarana pendukung pendidikan bela negara di Depo Pendidikan Bela Negara Rindam IM. Peninjauan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur yang mendukung proses pembinaan SDM unggul di lingkungan TNI AD.












