Lebih lanjut, Pangdam IM menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Delapan Wajib TNI, terutama poin yang menekankan pentingnya membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Menurutnya, momentum HUT ke-80 TNI menjadi momen yang tepat untuk memperkokoh hubungan emosional dan kebersamaan antara TNI dan rakyat.
“Kehadiran TNI bukan hanya sebagai pelindung bangsa, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama. Melalui kegiatan ini, silaturahmi antara TNI dan rakyat semakin erat, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kokoh,” tambah Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Pada kesempatan itu, Pangdam IM juga mengikuti video conference (Vikon) bersama Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang secara serentak memberikan arahan kepada seluruh jajaran TNI di Indonesia.
Dalam arahannya, Panglima TNI menegaskan bahwa bakti sosial kesehatan bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari implementasi nyata pengabdian TNI kepada rakyat.
“Bakti Sosial Kesehatan ini adalah salah satu bentuk nyata kehadiran TNI di tengah rakyat. Kesehatan merupakan kebutuhan mendasar, dan TNI hadir untuk membantu memastikan akses tersebut dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan seperti ini harus berkelanjutan dan dilakukan dengan penuh keikhlasan,” pesan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Lebih jauh, Panglima TNI berharap agar momentum HUT TNI tahun ini dijadikan sarana memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.












