Selain itu, Bustami juga mengapresiasi kontribusi semua pihak yang terlibat dalam persiapan dan penyelenggaraan kegiatan ini, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan KIP Aceh, serta seluruh komponen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam rangkaian persiapan ini.
Sebagai daerah yang kaya akan sejarah, budaya, dan keberagaman, Aceh memiliki potensi luar biasa untuk terus maju dan berkembang. Gubernur meyakini bahwa pemilihan kali ini akan menjadi tonggak penting dalam memastikan visi dan misi pembangunan Aceh terus dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab.
“Tantangan dan peluang yang kita hadapi ke depan tentu tidaklah sedikit. Oleh karena itu, saatnya bagi kita semua untuk bersama-sama merancang masa depan yang lebih baik bagi Aceh. Dalam konteks ini, saya ingin menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi, terutama dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Suara dan aspirasi Anda semua sangatlah berharga dalam membentuk arah pembangunan Aceh ke depannya,” imbuh Gubernur.
Gubernur Bustami menegaskan bahwa visi, misi, dan program-program prioritas yang akan dijalankan oleh calon gubernur dan wakil gubernur harus mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Aceh secara menyeluruh. “Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi dan pengalaman, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap berbagai isu dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujarnya.
Bustami menambahkan bahwa Pilkada bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi juga merupakan bentuk komitmen untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keselarasan antar-kepentingan di Aceh. “Aceh adalah rumah bagi semua warga, tanpa terkecuali. Mari kita jaga keharmonisan dan kerukunan antar-etnis, antar-agama, serta antar-generasi, karena dalam keberagaman inilah kekuatan Aceh terletak,” pungkas Gubernur.












