“Mari kita tunjukkan bahwa Aceh adalah tuan rumah yang ramah dan profesional. Gunakan kesempatan ini untuk memperlihatkan bahwa Aceh adalah daerah yang aman, terbuka, dan kaya dengan budaya warisan lokal, yaitu Peumulia Jamee Adat Geutanyoe,” kata Bustami. Ia mengimbau agar semua pihak menyambut kontingen PON XXI dengan semangat keramah-tamahan Aceh yang Islami, dan mengingatkan bahwa waktu untuk persiapan tinggal 20 hari lagi.
Gubernur Aceh juga percaya bahwa PON XXI akan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Aceh. Ia berharap acara ini dapat memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat Aceh. “Mari kita sukseskan PON XXI dan gunakan sebagai momentum kebangkitan olahraga dan pariwisata Aceh. Tinggalkan warisan indah untuk anak cucu kita, dan biarkan kontingen berbicara tentang keramah-tamahan serta kesuksesan PON XXI di Aceh,” ujarnya.
Terkait Pilkada 2024, Bustami menekankan pentingnya proses pemilihan yang berjalan lancar, adil, dan transparan. Seluruh jajaran diminta untuk bekerja secara sinergis agar setiap tahapan pilkada dilaksanakan sesuai jadwal tanpa kendala. Ia juga menekankan perlunya percepatan penyaluran hibah dana kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panwaslih, dan pihak keamanan untuk memastikan persiapan teknis, pengawasan, dan pengamanan yang memadai.
“Pemerintah Aceh telah menyiapkan dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur melalui KIP Aceh untuk operasional Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Semoga dana ini dikelola dengan efisien dan transparan,” tambah Bustami. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya netralitas selama pilkada, memastikan bahwa ASN, TNI, dan Polri menjaga posisi netral demi proses pemilihan yang bersih dan kredibel.












