LM — Tim ekspedisi Bhayangkara Polda Aceh menjelajahi kawasan hutan Gunung Leuser selama 12 hari dalam misi eksplorasi dan konservasi alam, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Tim yang terdiri dari personel Brimob, Samapta, Polres Gayo Lues, mahasiswa, dan tenaga pemandu itu bergerak menyusuri jalur ekstrem dan lebatnya belantara Leuser, sembari mendokumentasikan kekayaan flora dan fauna endemik.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko secara resmi melepas tim ekspedisi pada Kamis, 12 Juni 2025, di halaman Gedung Satya Haprabu Polda Aceh. Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah “perwujudan kecintaan Polri terhadap alam, semangat kebangsaan, serta pembentukan karakter anggota Bhayangkara sejati.”
Total 49 personel ambil bagian dalam ekspedisi ini. Terdiri atas 10 personel Satbrimob, 5 dari Dit Samapta, 10 personel Polres Gayo Lues, 16 orang gabungan TNGL/guide/porter, 3 mahasiswa atau Mapala, serta 4 personel logistik. Selama 12 hari, mereka dijadwalkan berjalan 8–9 jam per hari dan beristirahat di bivak setiap malam.
Perjalanan dimulai pada Senin, 16 Juni 2025, dari Desa Penosan, Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues. Upacara pemberangkatan dipimpin oleh Dansat Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zuhdi Batu Bara, dan turut dihadiri unsur Muspida dan Forkopimda Gayo Lues, termasuk Bupati Suhaidi, Kapolres AKBP Eko Prasetya, serta Dandim 0113 Letkol Inf. Agus Satrio Wibowo.
Sebagai bagian dari tradisi budaya setempat, tim mendapat “peusijuek” dari tokoh adat dan masyarakat. Doa keselamatan dan restu mengiringi langkah mereka menyusuri jalur pertama menuju Pos 1 di Camp Simpang Air.












