Di setiap pos, tim melakukan pencatatan ilmiah dan pengamatan lapangan. Saat tiba di Camp Simpang Air pada 17 Juni, mereka mulai menginventarisasi flora dan fauna endemik, serta mencatat koordinat spesies penting. Penelusuran berlanjut ke Puncak Angkasa, tempat pengamatan lanjutan dilakukan terhadap ekosistem lereng Leuser dan jalur satwa liar.
Tantangan semakin berat ketika tim melanjutkan perjalanan menuju Pos 3 di Sungai Alas. Jalur yang mereka tempuh dipenuhi akar rotan berduri, batu besar, serta area licin akibat curah hujan. Tak hanya itu, kabut tebal dan lintah gajah mulai menyerang saat mereka melewati kawasan basah dan lembab.
Namun, semangat tim tidak surut. Mereka terus menjalankan misi eksploratif, termasuk pemetaan sumber air dan dokumentasi jejak migrasi satwa liar. Kegiatan ini memperkaya data biodiversitas hutan Leuser yang dikenal sebagai paru-paru dunia dan habitat berbagai spesies langka seperti harimau sumatera dan orangutan.
Setelah melewati Pos 4 dan Pos 5, pada Minggu, 22 Juni 2025, tim akhirnya mencapai titik tertinggi ekspedisi di koordinat 47 N 297152 UTM 415412. Di lokasi tersebut, mereka menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme dan keberhasilan misi.
“Alhamdulillah, seluruh personel dalam keadaan sehat dan lengkap,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Aceh pada Sabtu, 21 Juni 2025. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dan seluruh pihak yang mendukung, serta memastikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan Polda Aceh.












