“Dari hasil analisis CCTV, terlihat jelas sebuah dump truck melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Juli, sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Ciri-ciri fisik pengemudi juga berhasil diidentifikasi melalui rekaman tersebut,” ungkap Aditia.
Informasi dari rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi kunci dalam mengidentifikasi pelaku. Setelah mengantongi data yang cukup, tim Satlantas melakukan penyelidikan lanjutan yang mengarah ke wilayah Samalanga. Untuk menghindari kecurigaan, petugas berpakaian sipil dan menggunakan kendaraan non-dinas dalam proses penangkapan. Strategi tersebut membuahkan hasil, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan berarti.
Usai menangkap pelaku, tim kembali bergerak untuk mencari barang bukti utama berupa dump truck yang digunakan dalam peristiwa tabrak lari. Berdasarkan informasi lanjutan, truk tersebut ditemukan di wilayah Ulim, Kabupaten Pidie Jaya.
Kendaraan berwarna kuning itu ditemukan dalam kondisi mencurigakan, di mana cat pada bagian tertentu masih basah, diduga baru dicat ulang guna menyamarkan bekas benturan. Polisi juga mengamankan kunci kendaraan dari seseorang yang disebut sebagai atasan pelaku, berinisial Haji L, yang saat ini sedang dimintai keterangan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Kasus ini menjadi perhatian khusus. Kami akan mendalami lebih jauh motif pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Aditia.
Saat ini, tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Bireuen untuk penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan. Polisi juga mengonfirmasi identitas korban meninggal dunia, yakni Nurmiati (47), seorang ibu rumah tangga yang saat itu dibonceng oleh suaminya, Isnur Friadi (55). Sang suami mengalami patah tulang di lengan kanan akibat insiden tersebut.












