Ia juga menekankan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan TNI dalam penanggulangan bencana ini merupakan bagian dari kerja terpadu lintas sektor. TNI tidak bekerja sendiri, melainkan bersama BPBD Aceh Utara, Polri, Basarnas, unsur pemerintah daerah, dan para relawan yang turun langsung ke lokasi terdampak.
“Kegiatan ini bukan sekadar pemulihan fisik. Ini adalah bagian dari misi sosial kita untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dandim 0103/Aceh Utara juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Ia menyatakan bahwa jajaran Kodim akan selalu siap membantu pemerintah daerah dalam setiap upaya pemulihan dan pencegahan bencana.
Di lokasi terdampak, para prajurit TNI bersama masyarakat bekerja bahu-membahu membersihkan jalan dari pohon tumbang, mengangkut puing-puing bangunan yang rusak, serta membantu warga memindahkan barang-barang dari rumah-rumah yang terdampak.
Kehadiran TNI dan Polri mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Salah seorang warga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang cepat dan tulus dari aparat. “Alhamdulillah, jalan sudah bisa kami lalui lagi, rumah juga sudah bersih. Kami sangat terbantu, dan kami sangat menghargai kehadiran TNI dan Polri di tengah kesulitan kami,” ujarnya.
Menanggapi kondisi di lapangan, Pangdam IM Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han) menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bergerak cepat dan sigap dalam membantu masyarakat. Ia menegaskan bahwa TNI harus selalu menjadi yang terdepan dalam setiap situasi krisis, baik bencana alam maupun situasi darurat lainnya.












