“Penanganan bencana tidak boleh menunggu. Ketika masyarakat kesulitan, kita wajib hadir. Itulah inti dari pengabdian seorang prajurit,” ungkap Pangdam IM.
Ia juga mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan seperti ini merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai TNI, yakni kemanunggalan dengan rakyat. “TNI tidak berdiri sendiri, TNI adalah bagian dari rakyat, dan rakyat adalah kekuatan utama kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pangdam IM menambahkan bahwa seluruh prajurit di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda harus senantiasa siap siaga, tanggap, dan humanis dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan, khususnya di wilayah-wilayah rawan bencana seperti Aceh Utara.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk lebih siap menghadapi bencana ke depan. Edukasi, kesiapsiagaan, dan kolaborasi lintas sektor harus terus kita perkuat,” ujar Mayjen Niko Fahrizal.
Kegiatan karya bakti ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan wilayah. Keterlibatan TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga kemanusiaan dan pembangunan.
Mayjen TNI Niko Fahrizal menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen Kodam IM untuk terus hadir, membantu, dan memberikan solusi bagi masyarakat di wilayah Aceh. “Kodam Iskandar Muda akan selalu ada bersama rakyat. TNI kuat karena rakyat, dan TNI akan terus berbakti demi kemanusiaan dan keutuhan bangsa,” pungkasnya.***












