Linimedia.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Zulkasmi, melaksanakan kegiatan reses tahun 2026 di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng sebagai wadah aspirasi langsung kepada wakil rakyat.
Dalam kesempatan itu, Zulkasmi menegaskan bahwa reses merupakan momen penting untuk menyerap dan mendengar persoalan masyarakat dari tingkat gampong hingga kecamatan.
“Hari ini banyak aspirasi yang kita tampung dari masyarakat, terutama yang berkaitan dengan isu-isu di Kota Banda Aceh, seperti pelayanan kesehatan, persoalan narkoba, virus HIV/AIDS, layanan PDAM, infrastruktur gampong, serta prasarana sekolah,” ujarnya.
Politisi ini menjelaskan bahwa seluruh masukan warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui forum resmi DPRK Banda Aceh agar dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Banda Aceh sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan daerah.
“Reses ini merupakan amanat konstitusi bagi setiap anggota dewan untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar, menyerap, dan menggali informasi tentang kebutuhan riil warga. Nantinya, semua aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar menjadi bahan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan,” tegas Zulkasmi.
Sejumlah warga menyampaikan keluhan mereka, termasuk meningkatnya kasus HIV/AIDS di beberapa wilayah, yang menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dan orang tua.
Warga juga menyoroti persoalan layanan PDAM yang dinilai belum maksimal, sehingga beberapa gampong mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih secara rutin.
Selain itu, perbaikan infrastruktur gampong menjadi isu sentral. Jalan rusak, drainase tersumbat, serta sarana publik yang minim disebut menjadi kendala yang memengaruhi kenyamanan dan mobilitas warga sehari-hari.
Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Zulkasmi menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut, terutama terkait peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan publik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Masyarakat berharap adanya perhatian serius terhadap perbaikan infrastruktur gampong dan peningkatan kualitas layanan publik. InsyaAllah, aspirasi ini akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Reses juga menjadi momen dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga, di mana peserta dapat menyampaikan keluhan serta saran terkait pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Suasana reses berlangsung akrab dan interaktif, dengan warga leluasa bertanya dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Menurut Zulkasmi, informasi yang diperoleh dari reses ini menjadi bahan strategis bagi DPRK Banda Aceh untuk merumuskan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan begitu, program pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan reses ini menegaskan fungsi DPRK Banda Aceh sebagai lembaga legislatif yang tidak hanya membuat regulasi, tetapi juga aktif mendengar dan menyalurkan suara masyarakat, memastikan pembangunan kota berjalan berlandaskan kebutuhan riil warga.
Dengan pengawasan dan advokasi anggota DPRK seperti Zulkasmi, diharapkan berbagai persoalan di Banda Aceh, mulai dari kesehatan, layanan publik, hingga infrastruktur dapat diatasi secara bertahap, menghadirkan kota yang lebih nyaman, aman, dan produktif bagi seluruh warganya.[***]












