Linimedia.id – Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh, Safrizal ZA, meminta seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan kepada masyarakat terkait penanganan kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Permintaan itu disampaikan menyusul inisiatif warga yang secara swadaya membuka kembali akses jalan dan jembatan di kawasan Tajuk Enang-Enang setelah ruas Jalan Nasional Bireuen–Takengon terputus akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025.
Safrizal mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang berupaya memulihkan akses transportasi. Namun, menurutnya, masyarakat juga berhak memperoleh kepastian mengenai langkah-langkah yang sedang dipersiapkan pemerintah.
“Semangat gotong royong warga merupakan modal sosial yang sangat berharga. Namun, informasi teknis harus disampaikan secara jelas demi keselamatan. Warga tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri dalam kekosongan informasi,” kata Safrizal, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan mendorong Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera menyampaikan informasi resmi mengenai rencana pembangunan permanen Jembatan Enang-Enang yang dijadwalkan pada 2027.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui tahapan kajian teknis, perkembangan pelaksanaan program, hingga solusi jangka menengah yang sedang dipersiapkan pemerintah agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Safrizal menilai penyampaian informasi tidak cukup hanya melalui media massa, tetapi juga perlu dilakukan secara langsung kepada tokoh masyarakat dan warga terdampak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah diharapkan mengambil peran aktif sebagai penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Selama ini warga mencari informasi dari mulut ke mulut karena tidak ada saluran resmi. Ini yang harus kita perbaiki bersama. Tidak ada pemulihan yang berhasil tanpa kepercayaan dan komunikasi yang baik,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Posko Wilayah Satgas PRR Aceh berencana memfasilitasi pertemuan koordinasi lintas sektor yang melibatkan BPJN Aceh, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, dan perwakilan masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo. Hasil pertemuan tersebut nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
Selain itu, Safrizal juga mendorong BPJN Aceh mengkaji kemungkinan pemanfaatan sementara akses yang telah dibuka masyarakat. Apabila hasil kajian teknis menyatakan jalur tersebut aman, akses itu dinilai dapat dimanfaatkan untuk kendaraan ringan guna mendukung aktivitas ekonomi warga sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
“Jangan sampai semangat warga tidak mendapat respons yang proporsional. Kalau jalurnya aman, manfaatkan. Jika ada area yang belum bisa dioptimalkan pemerintah, libatkan masyarakat setempat dalam pengelolaannya. Itu jauh lebih produktif daripada membiarkannya terbengkalai,” ujarnya.












