Guru pembimbing MAN IC Pekalongan menyebut, capaian ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah juga mampu berperan aktif dalam transformasi digital pertanian nasional. “HydroGO bukan sekadar alat, tapi representasi generasi muda yang berpikir ilmiah dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ke depan, tim HydroGO akan mengembangkan fitur tambahan berupa aplikasi mobile agar proses pemantauan tanaman semakin praktis melalui gawai. Mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan komunitas petani hidroponik dan Dinas Pertanian setempat untuk memperluas penerapan teknologi tersebut.***










