Scroll untuk baca artikel
Wisata

Sulubayung: Motif Tradisional yang Menjaga Identitas Aceh Barat

0
×

Sulubayung: Motif Tradisional yang Menjaga Identitas Aceh Barat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Di Aceh Barat, keindahan budaya tidak hanya diwujudkan melalui seni tari, kuliner, atau tradisi lisan. Ada satu simbol yang perlahan kembali mencuri perhatian generasi muda—Bungong Sulubayung, sebuah motif tradisional yang kini menjadi representasi visual dari kekayaan estetika dan filosofi masyarakat setempat. Motif ini tidak sekadar ornamen yang menghiasi kain atau perlengkapan adat, tetapi menjadi identitas sosial yang memuat nilai sejarah, spiritualitas, dan hubungan manusia dengan lingkungannya.

 

Table of Contents

Bungong Sulubayung, yang secara harfiah berarti “Bunga Sulubayung”, hadir sebagai simbol keanggunan alam yang lekat dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat. Bentuknya yang menyerupai bunga dengan pola simetris mencerminkan ketertiban dan keseimbangan—dua prinsip penting yang dijunjung tinggi masyarakat Aceh sejak lama. Setiap goresan motif seolah mengajak siapa pun untuk membaca pesan tentang harmoni dalam kehidupan: bagaimana manusia harus menjaga keselarasan dengan alam, serta bagaimana kebersamaan harus terus dijaga di tengah dinamika zaman.

 

Motif ini paling sering ditemukan pada berbagai produk kerajinan, terutama kain tenun, tapis, dan sejumlah pernak-pernik adat yang dipakai pada upacara resmi atau perayaan penting. Dalam beberapa kesempatan adat, Bungong Sulubayung menjadi elemen utama pada pakaian perempuan, terutama pada bagian kain dan selendang. Hal ini bukan semata karena keindahannya, tetapi juga karena simbol-simbol yang terkandung di dalamnya dianggap mampu memberikan energi positif, menolak hal buruk, sekaligus menghadirkan keanggunan bagi pemakainya.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca