“Jika kericuhan itu memang antar sesama Aceh seperti disinyalir JK, tentu setiap hari akan terjadi kericuhan di Aceh, bukan hanya terjadi di saat Hari Damai Aceh 15 Agustus seperti kemarin,” ujarnya.
Menurut Jack Libya, kejadian tersebut seharusnya menjadi momentum untuk melihat kembali persoalan yang masih dirasakan sebagian masyarakat Aceh, termasuk mantan kombatan GAM, terkait pelaksanaan berbagai kesepakatan yang tertuang dalam Perjanjian Helsinki.
“Ini artinya ada ketidakpuasan masyarakat Aceh, termasuk mantan kombatan GAM, terhadap apa yang sudah diperjanjikan Indonesia di Helsinki terhadap Aceh,” katanya.
Jack Libya juga menyayangkan pernyataan Jusuf Kalla yang menurutnya dapat memunculkan persepsi berbeda mengenai kondisi perdamaian Aceh.
“Sayang sekali sebagai salah satu indikator perdamaian Aceh berkomentar seperti ini dan JK kelihatan mendapat informasi sampah dari Aceh,” pungkas Jack Libya.rel.ks.












