Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Human Initiative yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Senin (9/2). Audiensi tersebut membahas laporan kolaborasi penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, serta rencana program pemulihan pascabencana.
Dalam pertemuan tersebut, M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Human Initiative yang sejak awal telah berkontribusi aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh. Ia menyampaikan bahwa saat ini Aceh telah memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, namun sejumlah klaster penanganan masih tetap menjadi perhatian.
M. Nasir menyebutkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembersihan wilayah terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa pembersihan tidak hanya berfokus pada akses jalan, tetapi juga fasilitas umum, lingkungan permukiman, hingga rumah warga. Sekda juga menyarankan penerapan program cash for work dalam proses pembersihan tersebut. Ia menilai skema ini tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat terdampak yang mengalami penurunan pendapatan.
“Beberapa wilayah terdampak mengalami kemerosotan ekonomi. Cash for work akan sangat membantu, apalagi kita akan segera memasuki bulan Ramadan yang sangat sakral bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Human Initiative, Achmad Zaki, memaparkan laporan terkait penanganan bencana yang telah dilakukan oleh Human Initiative serta rencana program pemulihan ke depan. Ia menyampaikan bahwa Human Initiative akan melaksanakan program pemulihan di 11 titik terdampak bencana di tiga provinsi, dengan enam titik di antaranya berada di Aceh.












