LM — Personel Koramil 01/Seulimeum Kodim 0101/KBA bersama masyarakat Gampong Beureunuet melaksanakan kegiatan Meuseuraya (gotong royong) membersihkan kompleks makam bersejarah peninggalan era Kesultanan Samudera Pasai dan Lamuri di Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Selasa, 15 Juli yang lalu.
Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dengan menyasar dua titik utama, yakni Kompleks Makam Tgk. Bak Ceuradi dan Kompleks Makam Tgk. Kayee Adang, yang diyakini sebagai tempat peristirahatan para ulama dan tokoh penyebar Islam di pesisir utara Aceh.
Turut hadir Geuchik Gampong Beureunuet Marzuki, Ketua Tuha Peut Abdul Majid, Babinsa Kemukiman Lampanah Serda Herwanto, serta enam perangkat gampong lainnya. Kegiatan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB di bawah arahan Danramil 01/SLM, Mayor Inf Juliwandri.
Babinsa Kemukiman Lampanah, Serda Herwanto, menjelaskan bahwa sebelumnya makam-makam tersebut tertutup semak belukar dan sulit diakses. “Kita bersama-sama membersihkan semak-semak dan membuka kembali akses menuju situs bersejarah ini. Ke depan, kita harapkan kawasan ini bisa menjadi tempat ziarah, edukasi, dan pelestarian budaya Islam di Aceh,” ujarnya.
Mayor Inf Juliwandri mengatakan pelestarian situs sejarah adalah tanggung jawab moral generasi sekarang terhadap para pendahulu. “Situs ini milik kita bersama. Di sini dimakamkan para ulama, pendakwah, dan tokoh masyarakat pada zamannya. Sudah menjadi kewajiban kita untuk merawatnya agar dapat diwariskan kepada anak cucu,” katanya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Inspektur Daerah Militer Iskandar Muda (Irdam IM) Brigjen TNI Yudi Yulistyanto dan Tim Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) dua pekan sebelumnya dalam rangka Ekspedisi Kawasan Maritim Lamuri–Pedir untuk menelusuri jejak peradaban Islam di Aceh.












