Pada tahap awal, pembersihan difokuskan pada pengangkatan sampah organik, penebasan tanaman liar, dan pembukaan akses jalan yang sebelumnya tertutup vegetasi. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, menunjukkan kesadaran akan pentingnya merawat warisan sejarah.
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyampaikan apresiasi atas inisiatif Koramil 01/Seulimeum dan masyarakat. “Inilah bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga menjaga nilai-nilai warisan leluhur,” ujarnya.
Ia menambahkan, situs-situs sejarah merupakan bukti nyata peradaban Islam yang berkembang di Aceh sejak awal, sekaligus menjadi sumber pendidikan sejarah bagi generasi muda. “Kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pembinaan teritorial TNI AD. Kami akan terus mendorong satuan jajaran untuk aktif dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Pangdam IM juga berpesan agar semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sejarah terus dijaga. “Jangan biarkan situs sejarah kita rusak oleh waktu atau dilupakan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi untuk daerah-daerah lain di Aceh,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan Meuseuraya di situs makam bersejarah ini dapat berlanjut secara berkesinambungan sebagai model kolaborasi TNI, pemerintah desa, lembaga budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah.
“Kodam Iskandar Muda akan selalu peduli terhadap persoalan masyarakat. Ini implementasi dari Delapan Wajib TNI: mempelopori usaha-usaha mengatasi kesulitan rakyat. Prajurit harus militan di masa perang dan bermanfaat di masa damai,” pungkas Pangdam IM.***












