Pada tahap ini, pemasangan konstruksi Aramco mulai dilakukan dengan dukungan alat berat, sehingga pekerjaan berjalan lebih cepat dan efisien. Aktivitas pembangunan dilakukan secara intensif tanpa jeda sebagai bentuk komitmen percepatan infrastruktur.
“Pekerjaan ini kami kebut agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Setelah titik Ketapang II dapat dilalui sementara, kami langsung bergerak ke titik berikutnya tanpa jeda,” jelasnya.
Selain itu, di titik Ketapang II, personel TNI bersama masyarakat juga melaksanakan pengecoran serta penguatan pondasi jembatan. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan diharapkan mampu membuka akses transportasi yang lebih baik, termasuk menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Aceh Singkil melalui kawasan Buluh Seuma. Selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Apresiasi juga datang dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Pasi Rasian mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah dan TNI, termasuk kepada Prabowo Subianto.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit. Dengan adanya jembatan ini nanti, aktivitas kami akan jauh lebih mudah,” ungkapnya.
Warga berharap pembangunan dapat segera rampung agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas, terutama dalam memperlancar mobilitas, meningkatkan akses ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.












