Kupiah meukeutop kini telah menjadi bagian dari gaya hidup yang melampaui batas adat. Ia menghubungkan masa lalu dengan masa depan, warisan dengan kreativitas, dan tradisi dengan globalisasi. Dalam setiap benang yang disulam, Aceh mengatakan kepada dunia bahwa jati diri bukan untuk dikurung—tetapi untuk ditampilkan, dibanggakan, dan diwariskan.(Adv)












