Linimedia.id | Polresta Banda Aceh sejak awal memasuki bulan suci ramadan telah membentuk tim penghalau balap liar yang meresahkan masyarakat disekitar area balapan sehingga menurunkan puluhan personelnya untuk membubarkan aksi tersebut.
Menyikapi maraknya para remaja yang melakukan aksi balap liar dan juga siaran langsung (live) dari berbagai media sosial sehingga dapat menarik perhatian yang lain dan mengikuti atau menonton balapan sepeda motor bahkan mobil di jalan raya serta akan mengganggu ketertiban lalulintas dan ketenteraman warga sekitar dan pengguna jalan raya lainnya.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Propam AKP Adi Suryono menjelaskan, terkait dengan personel Polresta yang melakukan patroli dan pembubaran aksi balap liar sudah sesuai dengan Surat Perintah yang dikeluarkan.
Personel Polresta Banda Aceh dan Polsek Jajaran melaksanakan tugas dan tanggung jawab setelah surat perintah dikeluarkan. Jadi tindakan membubarkan aksi balap liar sudah sesuai, tegasnya, Senin (23/2/2026).
Namun, menyikapi kejadian yang viral di berbagai akun media sosial dengan memperlihatkan sekarang personel polisi yang sedang bertugas membubarkan aksi balap liar di kawasan Blang Bintang Aceh Besar, Minggu (22/2/2026) sekitar jam 05.00 WIB, pada saat iti situasi sedang ramai, secara spontanitas terlihat salah satu warga berada ditempat sedang melakukan Live Tiktok dan menegur serta menepis Handphone miliknya saat sedang Live yang menyebabkan jatuh, dan dalam hal ini tidak ada dilakukan penamparan ataupun kontak fisik, ujar Kasi Propam.
Lanjut AKP Adi Suriyono, setelah melakukan teguran dan mengingatkan agar segera bubar sebagaimana terlihat didalam Video, personel yang bertugas langsung pergi dan mengamankan jalur kembali.
Sementara itu, dari keterangan pemilik handphone, AKP Adi Suriyono mengatakan, ianya saat itu sedang berada di lokasi aksi balap liar. Dikarenakan sering adanya kegiatan muda-mudi yaitu balap liar, dan ianya menyampaikan bahwa tidak ada tujuan dia untuk ikut serta balapan tersebut hanya ingin menyaksikan sambil melakukan Live Tiktok secara langsung.
Dia menyampaikan pada saat pelaksanaan aksi balap liar petugas atau pihak Kepolisian datang ke TKP dan membubarkan aksi tersebut, disaat sedang Live Tiktok tiba-tiba didatangi oleh Petugas dan menyampaikan ngapain disini bubar, kemudian ianya menjawab hanya Live bang, namun Anggota Polri tersebut menepis HP miliknya sehingga terjatuh di jalan atau diatas aspal, sebut AKP Adi Suriyono.
Atas kejadian tersebut, kedua belah pihak telah dipertemukan di Polresta Banda Aceh untuk dilakukan perdamaian akibat kejadian kesalahpahaman dan miskomunikasi dilapangan serta dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian, ujarnya.
AKP Adi Suriyono mengharapkan kepada seluruh personel Polresta Banda Aceh dalam melaksanakan dinas lebih baik lagi, tidak boleh membuat kesalahan sekecil apapun apalagi menyakiti masyarakat.
Jangan pernah membuat kesalahan sekecil apapun yang dapat mencederai atau mencoreng institusi dan tidak boleh menyakiti hati masyarakat, tegasnya.
Kepada personel dan masyarakat, agar lebih bijak lagi dalam penggunaan media sosial.
“Jangan memancing atau memperkeruh suasana yang sudah dirawat bersama, mari kita jaga Kamtibmas bersama sehingga wilayah hukum Polresta Banda Aceh nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.


