Salah satu program yang juga disoroti Fadhlullah adalah upaya pemerintah pusat untuk menurunkan biaya Ongkos Naik Haji serta menetapkan harga gabah di seluruh Indonesia sebesar Rp.6.500, per kilogram. Selain itu, koperasi di setiap kampung juga diwajibkan untuk dibangun sebagai bagian dari pemulihan ekonomi di tingkat bawah.
“Semua koperasi di Indonesia akan terkoneksi, dengan tujuan memperkuat perputaran ekonomi di tingkat gampong,” ujar Fadhlullah. Dengan adanya koperasi, nantinya, gampong akan mengelola dana fantastis, yaitu berkisar tiga sampai dengan lima miliar rupiah. Fadhlullah juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendukung program-program yang telah disusun oleh pemerintah, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Di malam yang sama, acara Safari Ramadan ini juga diisi dengan ceramah agama dari Ustadz Masrul Aidi, Pimpinan Pondok Pesantren Babul Maghfirah Cot Keueng, Aceh Besar. Dalam tausiyahnya, Ustadz Masrul Aidi mengingatkan umat untuk menjalankan ibadah dengan penuh kenikmatan dan kesabaran. “Melaksanakan ibadah dengan senikmat-nikmatnya, karena sifat manusia memang terburu-buru,” ujar Ustadz Masrul Aidi.
Ustadz Masrul juga menekankan pentingnya menjaga syariat Islam dalam membangun peradaban. “Jika kita taat pada syariat, maka kita akan maju. Masyarakat Aceh harus selalu menjaga martabat dan harga diri, serta berperan aktif dalam membangun keluarga yang mendukung syariat Islam,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pidie turut mengucapkan terima kasih atas dipilihnya daerah tersebut sebagai salah satu tujuan Safari Ramadan pemerintah Aceh. Mereka berharap acara ini dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pidie.












