LM – Di tengah riuh rendah perayaan ulang tahun ke-13 Blood For Life Foundation (BFLF) yang digelar di jalan Kepiting, Kota Banda Aceh, muncul kisah yang menggetarkan hati dari seorang pahlawan sejati, Yusmawati. Warga Aceh Utara ini telah memperjuangkan hidupnya selama dua tahun melawan Lupus, dan kini, ia berbagi pengalaman luar biasa yang dialaminya selama tinggal di Rumah Singgah BFLF.
Pada Sabtu, 23 Desember 2023, Yusmawati berbicara dengan penuh rasa terima kasih. Lebih dari sekadar aspek perawatan medis yang diterimanya, ia menyoroti bagaimana Rumah Singgah BFLF menjadi tempat yang memberikan lebih dari sekadar bantuan kesehatan.
Yusmawati dengan tulus menggambarkan fasilitas di Rumah Singgah BFLF bukan hanya memadai tetapi juga disediakan tanpa biaya apapun. Ini menjadi penawar luka bagi pasien Lupus yang membutuhkan perawatan intensif. Rumah Singgah BFLF menjadi oase yang memberikan layanan kesehatan tak ternilai, tanpa memberatkan biaya finansial para pasien.
Namun, yang membuat kisah ini semakin istimewa adalah peran pendamping dari BFLF. Dalam kesaksian pribadinya, Yusmawati memuji kepedulian dan kesabaran pendamping BFLF yang selalu hadir dalam setiap langkah perjalanannya melawan Lupus. Michaele, Founder BFLF, bahkan memberikan dukungan finansial pribadi berupa uang transportasi. Tindakan ini tidak hanya mencerminkan komitmen organisasi, melainkan juga kepedulian personal yang menjadikan para pasien merasa dihargai dan diperhatikan.
“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BFLF yang selama ini memberikan bantuan. BFLF seperti malaikat dalam kehidupan saya,” ucap Yusmawati dengan tegas.
Yang tidak kalah penting adalah kebersamaan di antara sesama pasien di Rumah Singgah BFLF. Suasana positif dan saling mendukung antaranggota komunitas pasien menjadi kekuatan tambahan dalam perjalanan kesembuhan Yusmawati. Rumah Singgah BFLF bukan hanya tempat perawatan, melainkan keluarga kedua yang penuh kasih.
Sebagai penutup, Yusmawati menyampaikan harapannya untuk adanya donator yang bersedia memberikan Rumah Singgah permanen bagi BFLF. Harapannya adalah agar BFLF tidak lagi perlu pindah-pindah tempat, dan biaya sewa rumah dapat dialokasikan untuk kegiatan kemanusiaan lainnya.
Dengan tegas, Yusmawati menegaskan bahwa BFLF bukan hanya lembaga amal, melainkan malaikat dalam kehidupan para pasien yang membutuhkan.[red]












