Linimedia.id – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengingatkan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh (Satpol PP dan WH) agar tidak lengah dalam melakukan pengawasan selama bulan Ramadan. Meskipun angka pelanggaran syariat Islam dan ketertiban umum dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, aparat diminta tetap menjaga intensitas patroli dan penegakan aturan di lapangan.
Menurut Daniel, tren menurunnya pelanggaran merupakan perkembangan yang patut diapresiasi. Hal tersebut menunjukkan upaya penegakan syariat yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil. Namun, ia menegaskan kondisi itu tidak boleh membuat aparat menjadi kurang waspada.
“Kita mengapresiasi kinerja Satpol PP dan WH yang selama ini konsisten melakukan pengawasan. Tapi jangan sampai karena angka pelanggaran menurun, pengawasan ikut kendor. Justru harus tetap siaga,” kata Daniel, Jumat (2/2/2026).
Daniel menilai Ramadan merupakan momentum penting bagi masyarakat di Banda Aceh untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Oleh sebab itu, suasana kota harus dijaga agar tetap tertib, aman, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa gangguan.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas usaha selama siang hari. Menurutnya, operasional warung makan dan minuman tetap harus mengikuti ketentuan yang telah disepakati oleh pemerintah kota bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Penegakan aturan harus dilakukan secara adil dan tegas, tetapi tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Jangan tebang pilih, dan jangan pula berlebihan,” ujarnya.
Selain pengawasan pada siang hari, Daniel juga menekankan pentingnya patroli pada malam hari. Ia menyebut sejumlah potensi pelanggaran seperti khalwat dan ikhtilat masih berpeluang terjadi di beberapa lokasi yang dianggap rawan.
Karena itu, ia meminta Satpol PP dan WH terus melakukan patroli rutin di titik-titik yang selama ini menjadi perhatian. Menurutnya, kehadiran aparat secara aktif di lapangan akan memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku.
“Kalau patroli rutin dan terlihat aktif di lapangan, masyarakat juga akan lebih patuh. Ini soal menjaga marwah kota yang menerapkan syariat Islam,” jelasnya.
Daniel juga menekankan bahwa penegakan syariat tidak hanya menjadi tanggung jawab Satpol PP dan WH semata, tetapi memerlukan dukungan semua pihak. Ia berharap koordinasi antara aparat penegak qanun, kepolisian, serta unsur pemerintah daerah dapat terus diperkuat selama bulan Ramadan.
Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, sekaligus menghindari potensi konflik di tengah masyarakat.
Dengan pengawasan yang konsisten dan pendekatan yang bijak, Daniel optimistis pelaksanaan Ramadan di Banda Aceh dapat berlangsung dengan lebih tertib dan nyaman.
“Intinya, jangan lengah. Pertahankan bahkan tingkatkan pengawasan demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan Ramadan,” tutup Daniel.[***]












