Linimedia.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas aparat kepolisian dalam menertibkan aksi balap liar yang marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Banda Aceh selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah.
Irwansyah mengatakan, fenomena balap liar yang dilakukan oleh sekelompok remaja pada malam hari sangat meresahkan warga, terutama ketika masyarakat sedang melaksanakan ibadah tarawih, tadarus, maupun kegiatan keagamaan lainnya.
“Fenomena balap liar ini justru terjadi saat warga sedang melaksanakan ibadah malam di bulan suci Ramadan. Tentu hal itu sangat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat,” kata Irwansyah di Banda Aceh, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, laporan mengenai aksi balap liar tersebut diterimanya dari masyarakat yang merasa terganggu oleh suara bising kendaraan serta aktivitas remaja yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum.
Selain berpotensi memicu kecelakaan, kegiatan tersebut juga dinilai dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Menurut politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tindakan tegas yang terukur dari aparat kepolisian sangat diperlukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus menjaga ketertiban kota, terutama selama Ramadan yang seharusnya menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah.
“Balap liar dilakukan di jalan umum yang digunakan oleh masyarakat luas. Jelas hal ini melanggar aturan lalu lintas dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Irwansyah juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari setelah pelaksanaan salat tarawih.
Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam kegiatan yang melanggar hukum maupun norma sosial.
“Peran orang tua sangat penting. Mereka perlu mengetahui keberadaan anak-anaknya pada jam-jam tertentu, misalnya setelah tarawih. Jangan sampai anak-anak terlibat dalam kegiatan yang melanggar aturan seperti balap liar,” katanya.
Selain peran keluarga, Irwansyah juga mendorong tokoh masyarakat di tingkat gampong untuk lebih aktif melakukan pembinaan terhadap remaja dan pemuda di lingkungan masing-masing.
Edukasi mengenai dampak negatif balap liar perlu terus disampaikan agar generasi muda memahami risiko yang dapat ditimbulkan.
Menurutnya, balap liar tidak hanya berpotensi menyebabkan kecelakaan yang membahayakan pelaku dan pengguna jalan lain, tetapi juga menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketenteraman warga.
Kondisi tersebut tentu bertentangan dengan semangat Ramadan yang seharusnya dipenuhi suasana ibadah dan ketenangan.
Sementara itu, Polresta Banda Aceh sebelumnya telah melakukan penertiban terhadap aksi balap liar yang terjadi selama sepekan pertama Ramadan.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar mengatakan, dari puluhan kendaraan yang diamankan, sebanyak 33 unit di antaranya menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai dengan standar pabrikan.
“Motor-motor tersebut dapat diambil kembali oleh pemiliknya setelah mereka mengganti seluruh komponen yang tidak sesuai standar pabrikan, seperti knalpot dan perlengkapan lainnya,” ujar Erfan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan penggunaan kendaraan oleh anak-anak mereka.
Berdasarkan hasil penertiban, sebagian besar sepeda motor yang diamankan telah dimodifikasi dengan komponen yang menimbulkan suara bising dan mengganggu ketertiban masyarakat.
Irwansyah berharap upaya penertiban yang dilakukan kepolisian dapat terus ditingkatkan selama Ramadan guna menjaga suasana kota tetap aman, tertib, dan kondusif.
Ia menegaskan bahwa menjaga ketertiban selama bulan suci bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Sudah seharusnya kita menjaga suasana kota agar tetap tenang dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk,” pungkasnya.[***]












